Akik

Jalan Akik

Semangat Gosok Batu

Semangat Gosok Batu

“Mau cari batu akik di Samarinda, ada dimana?”

Kalau ingin yang mainstreams tentu saja ke Citra Niaga. Daerah ini terkenal sejak dulu sebagai pusat oleh-oleh cindera mata. Batu-batu-an sudah lama di jual disini baik yang sudah diikat dengan logam maupun masih berupa bijian. Berbagai jenis batuan mulai dari batu mulia, batu akik, batu proses, batu kaca sampai batu plastik ada disini. Reputasi Citra Niaga sama dengan daerah Kebun Sayur yang juga ternama di Kota Balikpapan.

Berikutnya tentu saja Pasar Pagi, sejak dulu juga dikenal sebagai tempat penjualan batu-batuan bersinergi dengan penjualan perhiasan emas dan perak. Namun kini los penjual amban dan batuan semakin banyak plus dengan pemotong dan pemoles batu yang meluber hingga bagian belakang.

Yang terbaru adalah los penjualan batuan di lantai 1 dan 3 Segiri Grosir. Di komples pasar modern ini, aktifitas jual beli dan poles batu-batuan menjadi motor pengerak keramaian transaksi dagang. Suasananya jauh lebih rapi ketimbang dua tempat sebelumnya. Sayangnya tangga berjalan untuk menelusuri dari lantai ke lantai tidak selalu berfungsi pun demikian dengan pendingin ruangannya.

Kalau mau nyaman tentu saja carilah batu-batuan itu di Mall atau pusat perbelanjaan super modern. Reputasi batu akik yang terus naik menjadikan mall-mall sebagai tempat favorit untuk festival atau pameran batu akik dan batu mulia lainnya.

Nah untuk yang anti mainstreams dan suka menelusuri jalanan kota, ada beberapa lokasi tempat penjualan batu akik baik yang sudah jadi maupun dalam bentuk bongkahan. Bongkahan memang sedang naik daun, karena banyak orang ragu membeli akik yang jadi dan sudah kinclong. “Seperti batuan hasil proses,” begitu ungkap banyak orang.

Sebenarnya hampir di seluruh pinggir jalan di Kota Samarinda bisa terlihat ada aktivitas jual beli batu dan jasa gosok batu. Tapi ada beberapa titik yang menonjol. Saya pertama kali melihat deretan penjual bongkahan batu berderet malam-malam di sebelah kuburan Kampung Jawa (belakang RS Dirgahayu). Para penjual konon datang dari Berau dan membawa bongkahan batu-batuan besar yang diperoleh dari sungai. Harganya relatif miring namun sayang batu-batu itu dipecah bukan dipotong rapi sehingga kalau diproses akan banyak yang terbuang.

Kehadiran penjual bongkahan batu berderet di pinggir jalan tentu menarik perhatian. Bongkahan besar batu yang ditumpuk disiram cahaya lampu penerang jalan membuat banyak orang yang berhenti kecelik. Beberapa orang menyangka yang sedang mengelar dagangan adalah penjual kepiting.

Mulai sore hingga malam hari penjual juga berderet di jalan samping Islamic Centre Samarinda dari arah Jalan Cendana. Ada puluhan penjual batu bongkahan dan yang sudah jadi serta ambannya. Batuan disini bukan hanya yang berasal dari Kalimantan Timur melainkan juga dari luar. Banyak yang menawarkan batuan dari Sulawesi, Maluku Utara hingga Aceh.

“Ini black jade, baru datang dari Aceh,” kata seorang penjual menunjukkan bungkus paket dri ekpedisi tertentu. Sayangnya lokasi penjualan batu di tempat ini agak gelap dan tidak semua pedagang melengkapi dengan penerangan sendiri. Beberapa bahkan hanya meyakinkan pembeli dengan bantuan HP senter.

Namun buat yang suka bongkahan besar dan terpotong agak rapi, silahkan datang ke belakang pasar segiri, samping pelabuhan perahu tambangan ke Samarinda Seberang. Disitu berderet penjual batu dengan mobil pick-up. Jumlahnya bersaing dengan penjual buah yang biasanya mangkal di lokasi itu.

Jika di Segiri Grosir dan Samping Islamic Centre ada batu dijual per ons, di belakang Pasar Segiri, bongkahan di jual per kilo. Batu kecubung misalnya dijual sekitar 100 ribu per kilo, lapis benua (perak dan emas) dijual sekitar 200 ribu per kilo. Sementara Red Borneo super sekitar 2 juta per kilonya.

Selain penjual bongkahan batu, di lokasi ini juga beroperasi jasa potong batu yang mampu memotong bongkahan-bongkahan besar. Keramaian penjualan batu di tempat ini akan terus berlangsung hingga jam 9 malam.

Jadi selamat menelusuri kota, cuci mata melihat batuan namun tetap waspada serta hati-hati berkendara agar tak terantuk batu jalanan.

@yustinus_esha

One comment on “Jalan Akik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *