Tag Archives: banjir

13494993_10209968611992312_2462558939682698987_n

Pasang Karang Mumus

Tidak banyak yang menyadari salah satu keistimewaan Sungai Karang Mumus. Meski Samarinda tak punya laut ternyata pengaruh laut sampai di Kota Samarinda dalam bentuk pasang surut di Sungai Karang Mumus. Jejak pengaruh laut sampai Sungai Karang Mumus juga ditemukan dengan adanya Timpakul.

Bulan Desember 2016 hampir selama sebulanan orang bicara soal pasang Sungai Karang Mumus. Sepertinya selama sebulan ini sungai dalam kondisi penuh bahkan kerap meluap. Luapan bisa ditemukan mulai Jalan Sutomo, terutama di depan Gang Nibung, sepanjang Jalan Hasan Basri yang dulu dikenal sebagai Belibis, Jalan Tarmidi, hingga genangan panjang di Jalan Ahmad Dahlan. Ruas jalan di depan Hotel JB juga selalu terkena genangan.

Tentu saja tidak mungkin selama sebulanan Sungai Karang Mumus selalu dalam keadaan pasang. Sebab pasang surut dipengaruhi oleh siklus bulan, dan tak mungkin selama sebulan, rembulan akan berada dalam kondisi bulat penuh atau purnama.

Kondisi Sungai Karang Mumus yang penuh dipengaruhi oleh curah hujan Kota Samarinda yang tinggi di bulan Desember. Konon Desember dalam kala mangsa disebut sebagai saat gede gedenya sumber, masa sumber air berada dalam kondisi penuh.

Luapan air dari Sungai Karang Mumus yang mengenangi beberapa daerah disekitarnya pertanda bahwa Sungai Karang Mumus tak lagi mampu menampung limpasan air hujan di bagian hulu dan tengah. Ketidakmampuan dipengaruhi oleh beberapa hal seperti daya tampung sungai dan kecepatan alirannya, serta kondisi di outlet atau pintu keluar air Sungai Karang Mumus di Sungai Mahakam.

Jika hujan terjadi di hulu dan bagian tengah Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam juga dalam kondisi penuh maka air akan tertahan sehingga meluap. Ketidakmampuan Sungai Karang Mumus menampung air hujan tentu dikarenakan berkurangnya daya tampung sungai akibat pendangkalan. Juga ruang sungai yang menyempit di berbagai ruas karena okupasi untuk berbagai kepentingan utamanya hunian.

Akan tetapi itu bukanlah penyebab tunggal. Sungai Karang Mumus kehilangan banyak daerah penyangga, pendukung dan pelindungnya. Yang pertama adalah reservoar, atau kolam penampungan sementara air hujan yaitu rawa-rawa. Banyak rawa hilang dan berganti menjadi daerah pemukiman serta fasilitas publik lainnya, akibatnya air hujan tidak tertampung dan kemudian menjadi air permukaan, mengalir lewat got dan masuk ke Sungai Karang Mumus.

Got, saluran air dan anak sungai yang terhubung dengan Sungai Karang Mumus juga bermasalah, Sebagian besar sudah kehilangan daya tampungnya, entah karena pendangkalan maupun penyempitan bahkan beberapa diantaranya hilang.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah hilangnya daerah resapan air. Dengan demikian air hujan tidak terserap tanah melainkan menjadi air permukaan yang mencari jalan untuk kemudian masuk dan memenuhi Sungai Karang Mumus. Daerah resapan air hilang karena alih fungsi lahan, lahan dengan tutupan pohon dirubah menjadi perladangan misalnya. Sehingga area pinggir kanan kiri sungai menjadi area terbuka dan begitu hujan turun, airnya tak tertahan langsung jatuh ke tanah dan kemudian mengalir lewat lereng sungai masuk ke dalam alirannya.

Penyemenan juga merupakan salah satu biang menghilangkan banyak ruang resapan air. Permukaan tanah yang disemen akan kehilangan porousitasnya. Air yang jatuh akan menjadi air permukaan yang terkumpul di atas permukaan semen. Jalan-jalan semen di musim penghujan berubah menjadi saluran air dan arusnya kuat.

Dan sejak dahulu Sungai Karang Mumus selalu dituduh menjadi penyebab banjir. Awalnya jika Samarinda banjir banyak orang akan bilang kalau pintu air Bendung Benanga dibuka sehingga airnya mengelontor lewat Sungai Karang Mumus. Padahal mereka yang pernah datang ke Bendungan Benanga bisa melihat bahwa tak ada pintu air yang dimaksud. Karena air begitu lebih tinggi dari beton bendungan secara otomatis akan mengalir ke Sungai Karang Mumus.

Dan sekarang begitu beberapa ruas jalan atau daerah di Kota Samarinda tergenang meski tak hujan, banyak orang bilang Sungai Karang Mumus sedang pasang. Lalu bagaimana air Karang Mumus pasang kalau bulan sedang gelap. Dan tidak ada pasang penuh yang bertahan satu, dua atau bahkan tiga mingguan.

Jadi urusan ‘banyu tegenang’ di Kota Samarinda ini tidak akan tuntas bila kita masih saja menuduh Sungai Karang Mumus sebagai penyebabnya dan lupa mengakui bahwa sudah sekian lama kita berlaku salah karena merebut dan merubah ruang-ruang penampungan dan peresapan air hujan yang kemudian kita gunakan untuk kepentingan kita dan abai pada kepentingan dan kebutuhan alam.Pad

Pemimpin Dengan Filosofi Hebat

images

Semalam saya berbincang dengan kawan-kawan yang kebetulan sama-sama menyaksikan sebuah talkshow di televisi yang menghadirkan para bupati hebat dari berbagai wilayah di Indonesia. Ada Abdullah Nurdin, Bupati dari Kabupaten Bantaeng, lalu Dedi Mulyana, Bupati dari Kabupaten Purwakarta dan Suyoto, Bupati … read more

Philosopherking

Kota Cerdas  Sumber : Internet

Gagasan tentang kepemimpinan adalah buah pemikiran yang telah lama digeluti oleh para pemikir. Masyarakat mana yang tidak senang bila korupsi menghilang, para pemimpinnya tidak lagi menyalahgunakan kekuasaan, setiap masalah atau konflik bisa diselesaikan dengan damai tanpa kekerasan?. Dan Plato menyebutkan … read more

Taman Itu Bernama Samarendah

Taman Bhayangkara  Sumber : beritakaltim.com

Sudah beberapa lama saya tidak melewati taman yang dibangun diujung jalan Bhayangkara. Dan ketika melewati ternyata di satu disisi telah dipasangi tulisan Taman Samarendah. Sontak saja timbul pertanyaan dalam hati kenapa dinamakan dengan nama Samarendah. Sebab dari penampilannya saja jelas … read more