Tag Archives: facebook

mati-listrik

Triple Filter Test

No Pict Hoax, demikian komentar seseorang atas status teman di halaman facebooknya. Komentar seperti ini biasa disampaikan seseorang untuk mengomentari status orang lainnya yang menulis misalnya : Oh, indahnya pantaiku ini; Wow sate bikinan mamah yummyy….. dan seterusnya.

Soal status palsu di media sosial memang biasa. Seseorang yang lagi duduk atau tiduran di rumah bisa saja mengirim status atau mengklik check in di lokasi yang berada puluhan bahkan ratusan kilometer dari rumahnya. Mungkin tujuannya main-main atau memang sengaja agar dirinya disangka sedang tak berada dirumah, sehingga tukang tagih yang biasa memantau lewat sosial media tak jadi datang mengedor pintu rumahnya.

Namun yang disebut cerita atau berita palsu memang banyak beredar di media sosial. Dan kita berkali-kali digemparkan oleh berita palsu tentang kematian seseorang yang ternama. Siapa yang mengirim kemudian sulit untuk dilacak.

Berita palsu dan berita bohong apapun tujuannya jika memasuki ruang publik maka akan menjadi perbincangan. Masyarakat kemudian menghabiskan waktu untuk membicarakan kebohongan. Dan barangkali banyak diantara yang memperbincangkan kemudian bahkan berseteru.

Penyebar berita palsu biasanya anonim dan tak ingin dikenal. Namun dia pasti tersenyum bahagia ketika apa yang dia tiupkan kemudian menjadi viral, menyebar tak terbendung di media sosial. Iseng-iseng tak bermutu seperti ini tentu saja tak patut ditiru oleh siapapun yang aktif bermedia sosial.

Ingat bahwa apa yang kita sampaikan di media sosial selalu bisa berdampak terhadap masyarakat banyak. Maka bijaksanalah dalam mengupload atau mempublikasikan segala sesuatu di media sosial.

Dan hal ini sebenarnya tidak sulit kita lakukan apabila kita mau mengambil langkah sederhana sebelum memposting segala sesuatu di media sosial. Kita bisa memakai pendekatan yang diperkenalkan oleh Socrates ketika berbicara tentang sesuatu yang perlu diceritakan atau tidak diceritakan kepada orang lain.

Pendekatan ini dikenal sebagai Triple Filter Test. Penyaringan tiga lapis ini adalah Kebenaran, Kebaikan dan Kegunaan. Socrates mengajarkan jika kita ingin mengatakan atau memberitahukan sesuatu kepada orang lain maka sesuatu itu perlu dinilai dengan ketiga hal itu.

Kebenaran, apakah kita yakin tentang apa yang akan kita sampaikan itu sebagai sesuatu yang benar.

Kebaikan, apakah kita percaya apa yang akan kita sampaikan itu merupakan kebaikan, apakah kita akan berbicara tentang sesuatu yang baik.

Kegunaan, apakah kita yakin bahwa yang akan kita sampaikan itu mempunyai kegunaan baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain yang menerimanya.

Jika apa yang ingin kita sampaikan itu tidak kita yakini akan kebenarannya karena kita hanya mendengar atau mendapat pemberitahuan sepotong sehingga tidak lengkap, maka untuk apa hal itu kita teruskan kepada orang lain.

Pun jika kita tidak ragu bahwa apa yang akan kita sampaikan itu bukan merupakan sebuah kebaikan, kenapa pula kita harus membagikan atau menceritakan segala sesuatu yang tidak kita yakini kebaikannya kepada orang lain, sesuatu yang sebenarnya tidak pantas untuk kita bagikan.

Sesuatu yang mungkin saja benar dan berisi kebaikan juga tidak secara otomatis bisa kita sampaikan kepada orang lain. Kebenaran dan kebaikan itu masih perlu diuji soal kegunaannya. Apakah kebenaran dan kebaikan itu akan berguna jika kita sampaikan kepada orang lain. Jika kemudian kita tidak menemukan kegunaannya maka untuk apa kita menyampaikan kebenaran dan kebaikan kepada orang lain.

Jadi buat siapapun yang aktif di media sosial dan gemar berbagi atau menceritakan sesuatu, pakailah triple filter test model Socrates ini agar kita tak lagi menceritakan, memberitakan atau membagi hal-hal yang tidak benar, tidak baik dan tidak berguna untuk orang lain.

Andai ini bisa kita lakukan maka media sosial sungguh akan menjadi sarana komunikasi yang saling menghidupkan, mencerdaskan dan membijakkan satu sama lain.

@yustinus_esha

Facebook Makin Menua, Twitter Makin Membosankan

Foto : google.co.id

Awal tahun ini saya menerima permintaan pertemanan di facebook dari dua orang oma-oma. Tentu saja permintaan itu saya langsung terima tanpa pikir panjang. Namun setelah itu saya kerap kebingungan bagaimana harus berkomunikasi dengan mereka. Namun sesekali saya men-tag mereka jika … read more

Gerakan Ketulusan

Warga Memunggut Sampah Foto : Pak Misman

Saya punya teman bernama Tulus. Tapi bukan yang penyanyi terkenal itu, sebab Tulus teman saya ini badannya tidak besar dan suaranya juga tidak merdu. Tapi jangan ditanya soal ketulusannya terutama dalam mengabadikan berbagai moment dengan kamera DSLR-nya. Ketulusannya pernah dibuktikan … read more

Massivelly Share Communications

Ilustrasi-1

Dalam berbagai pertemuan yang membincang tentang media sosial saya kerap mendengar seseorang menyebut dirinya sebagai Social Media Stategist. Saya sendiri tak terlalu tahu apa yang dimaksud dengan hal itu karena ini adalah salah satu profesi baru yang bertumbuh seiring dengan … read more