Tag Archives: kopi nusantara

Fun Brewing 1

Ngopi Sore di Tepi Karang Mumus

Apa hubungannya kopi dengan Sungai Karang Mumus?

Pertanyaan sulit itu disampaikan oleh seorang kawan ketika saya mengungah foto Fun Brewing yang diselenggarakan oleh Bubuhan Kopi Samarinda di tepi Sungai Karang Mumus hari Kamis lalu (28/01/2016). Bubuhan Kopi Samarinda adalah komunitas pegiat kopi yang terdiri dari pemilik cafe/kedai kopi, barista dan pecinta kopi.

Dengan sebuah gurauan saya menyampaikan jawaban “Air Sungai Karang Mumus dan Kopi sama hitamnya,”

Di masa lalu mungkin saja ada hubungan langsung antara kopi dan Sungai Karang Mumus. Barangkali melalui alur Sungai Karang Mumus, kopi yang waktu itu masih merupakan salah satu komoditas utama dibawa menuju ke pasar. Tapi kini tentu tidak lagi, karena Sungai Karang Mumus tidak lagi menjadi jalur untuk mengangkut komoditas perdagangan. Yang masih terlihat melintas di Sungai Karang Mumus adalah kapal pengangkut pasir.

Kalaupun mau di paksakan, sebenarnya hubungan antara Kopi dan Sungai Karang Mumus masih ada, terutama di malam hari, pada ruas Jalan Muso Salim, banyak cafe-cafe menjual aneka makanan dan minum, dimana kopi merupakan salah satu jualan utamanya.

Tapi Fun Brewing, yang difasilitasi oleh Mas Sigit, pengelola Kedai Kopi Why Not ini sesungguhnya merupakan bentuk dukungan pada Gerakan Memungut Sehelai Sampah SKM (Sungai Karang Mumus). Bubuhan Kopi Samarinda menunjukkan apresiasinya atas konsistensi Pak Misman, Pak Iyau Tupang dan teman-teman lainnya yang tidak mengenal lelah mendidik masyarakat Kota Samarinda untuk tidak membuang sampah ke SKM.

Bubuhan Kopi Samarinda dan Gerakan Memungut Sehelai Sampah SKM mempunyai misi bersama untuk melakukan pendidikan kepada warga Kota Samarinda. Bubuhan Kopi Samarinda, lewat Fun Brewing di ruang publik ingin mendidik warga Kota Samarinda untuk mengenal dan mencintai kopi, terutama single origin kopi yang dihasilkan oleh petani-petani kopi di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu Bubuhan Kopi Samarinda juga mengenalkan berbagai model seduh kopi secara manual. Model seduh yang bisa menghasilkan sajian minum kopi sebagaimana disajikan di rumah atau kedai kopi. Diharapkan dengan mengenal berbagai kopi nusantara dan cara seduh manual, warga Kota Samarinda bisa mengkonsumsi kopi dengan benar serta turut membantu peningkatan kesejahteraan petani kopi di Indonesia.

Karang Mumus dipilih menjadi tempat pertemuan, merayakan kebersamaan, bersilaturahmi menikmati kopi dan kemudian memungut sampah bersama bukan tanpa alasan. Karang Mumus sebagai beranda depan Kota Samarinda selama ini diperlakukan dengan tidak hormat. Kehadiran berbagai komunitas di Kota Samarinda untuk beraktifitas bersama dengan Gerakan Memungut Sehelai Sampah SKM membuktikan bahwa masih banyak warga Kota Samarinda mencintai Sungai Karang Mumus dan ingin sungainya menjadi sehat kembali.

Pengemar dan pecinta kopi, mereka yang mengilai kopi hitam sekalipun tentu akan berbahagia jika air Sungai Karang Mumus tak sehitam kopi di gelasnya. Dan andai warga Kota Samarinda tak lagi menjadikan sungai menjadi tempat membuang sampah dan aneka limbah, maka bukanlah sebuah impian bahwa kita kelak bisa menikmati kopi hitam sambil memandang aliran air Sungai Karang Mumus yang tak lagi kelam.

@yustinus_esha

#coffeeducation : De-Globuckisasi

segelaskopi

Dalam perbincangan tentang gelombang pergerakan kopi, Starbuck, gerai kopi modern dari Amerika Serikat menduduki tempat tersendiri. Gelombang globalisasi ‘Serba Amerika’ yang kerap disebut dengan McWorld tidak hanya membuat Coca-Cola, NBA, MTV dan Mc Donald ternama melainkan juga Microsoft, Macintosh dan … read more