Tag Archives: kota cerdas

Foto : Kahar Al Bahri

Pemimpin Populer di Media Sosial

Sebagian besar kepala pemerintahan dan pemimpin negara mempunyai akun resmi di media sosial. Presiden AS, Barack Obama menjadi menjadi pemimpin yang paling populer di dunia. Facebook Page-nya mempunyai kurang lebih 48,8 juta penyuka.
Obama memang pantas menjadi yang terpopuler dan kemudian apa yang dilakukannya ditiru oleh banyak orang.

Kampanye Obama yang menggunakan slogan ‘Yes We Can” diikuti oleh banyak pemimpin lainnya. Di Indonesia kita mengenal tagline “Bersama Kita Bisa” yang diusung oleh Presiden SBY. Dan kata kunci kampanye Obama ini bahkan juga ditiru oleh Benyamin Netanyahu dengan memakai istilah “Bersama Kita Bisa Berhasil”.

Setelah apa yang dilakukan oleh Obama, media sosial kemudian menjadi alat kunci bagi kampanye politik, bukan hanya di AS namun juga menjalar ke seluruh bagian dunia lainnya. Di Indonesia, Jokowi menjadi penanda penting pemakaian sosial media untuk kampanye politik. Penggunaan media sosial untuk kampanyenya dikelola dengan serius oleh sebuah kelompok khusus. Dan akhirnya dari Walikota Solo, Jokowi berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tidak lama kemudian berhasil merengkuh kursi sebagai Presiden Indonesia.

Jokowi yang awalnya dikenal karena ‘blusukan’ atau interaksi langsung dengan masyarakat kemudian sulit meneruskan tradisi itu ketika menjadi presiden. Dan pola blusukan atau interaksi langsung itu kemudian digantikan dengan memakai media sosial. Dan kini Jokowi menjadi pemimpin ke 4 di dunia yang populer di media sosial setelah Obama, Narenda Modi (PM India) dan Recep Thayyip Erdogan (Presiden Turki); kedua terpopuler di Asia dan pertama terpopuler di Asean.

Jokowi mempunyai akun facebook, twitter dan youtube memandang bahwa penggunaan sosial media merupakan cara baru bagi pemerintah untuk menyampaiakan informasi, berkomunikasi dengan masyarakat serta menyebarkan perdamaian dan toleransi.

Bagaimana dengan pemimpin di Indonesia lainnya, mulai dari gubernur, bupati dan walikota. Rasanya hampir semua pemimpin mempunyai akun media sosial. Namun yang populer tidaklah banyak. Ahok menjadi populer bukan karena menggunakan media sosial, melainkan kerap diperbincangkan kontroversinya di media sosial yang kemudian diberitakan terus menerus di media mainstreams. Hampir-hampir tidak ada pemberitaan tanpa Ahok setiap harinya.

Ridwan Kamil, Walikota Bandung adalah salah satu pemimpin daerah yang populer di media sosial sekaligus sebagai seorang pemimpin yang secara efektif menggunakan media sosial untuk mendukung jalannya fungsi kepemimpinannya.

Di Kalimantan Timur, Gubernur dan Bupati serta Walikota juga mempunyai akun media sosial. Paling tidak mereka mempunyai akun facebook. Beberapa juga menggunakan twitter, instagram dan juga youtube. Namun yang dikenal aktif di sosial media nampaknya hanya Rita Widyasari, Bupati Kutai Kartanegara.

Keluhan yang banyak disampaikan oleh para netizen perihal akun media sosial pemimpin di Kalimantan Timur adalah akun-akun itu aktif hanya disaat kampanye. Setelah terpilih atau tidak terpilih, akun-akun itu kemudian mati suri.

Penggunaan sosial media nampaknya belum menjadi kunci penting dalam komunikasi politik dan pembangunan di Kalimantan Timur. Tak heran jika kemudian akun twitter para pemimpin atau calon pemimpin hanya berisi tidak sampai 10 twit.
Kritik lain dari para netizen, meski akun media sosialnya aktif, namun pemimpin yang memakainya kurang interaktif. Penyampaian-penyampaian dari para netizen tidak ditanggapi dengan cepat dan tepat. Akibatnya pemimpin itu justru dipergunjingkan di media sosial.

Kebiasaan lain adalah pemimpin memposting kegiatan-kegiatan yang menurut para netizen tidak penting, berisi pencitraan dan bernuansa memuji diri sendiri. Akun media sosial lebih digunakan untuk pencitraan, memamerkan prestasi dan kesalehan. Sesuatu yang kemudian justru menjadi ‘blunder’. Seperti misalnya memamerkan penghargaan sebagai daerah dengan keterbukaan informasi yang tinggi, namun dalam ranah pemberitaan lain ternyata banyak memperoleh gugatan sengketa informasi.

Pemakaian media sosial dalam kontek kepemimpinan adalah sarana untuk melakukan ‘digital engagement”. Lewat akun media sosial pemimpin melakukan interaksi dan penglibatan warga dalam kepemerintahannya. Media sosial menjadi sarana pertukaran informasi, mengkomunikasikan masalah dan respon atasnya.

Ada banyak persoalan yang bisa diterangkan atau disampaikan oleh pemimpin secara massif melalui media sosial, pun juga ajakan untuk berbuat bersama. Jadi ketimbang mengadakan konpers atau membayar advetorial di media mainstreams, akan lebih murah dan berdaya jangkau tinggi apabila pemimpin bisa menggunakan sosial media secara efektif.

Para pemimpin kita sebenarnya bisa belajar dari apa yang dilakukan oleh mendiang Lady Diana. Dia dikenang bukan karena upacara pernikahannya dengan Pangeran Charles yang bak di negeri dongeng atau kecantikan sebagaimana para putri dalam cerita kanak-kanak, melainkan karena tindakan sederhana yang kemudian mampu membalikkan pandangan yang salah terhadap HIV/AIDS.

Dalam kunjungan ke Africa, Putri Diana mengendong, memeluk dan mencium bocah penderita HIV/AIDS. Foto yang tersebar dalam pemberitaan ini kemudian menepis anggapan bahwa HIV/AIDS menular melalui sentuhan. Sebuah tindakan yang sederhana atau lazim dilakukan oleh banyak orang, namun dengan subyek yang tepat ternyata punya dampak yang mahaluas.

Dan kini ketika penetrasi internet sudah semakin meluas hingga ke pelosok pedesaan, sebuah tindakan pemimpin yang tepat dan tersebar melalui media sosial akan dengan sangat gampang sampai di dalam genggaman warganya. Maka cerdaslah memakai dan memaknai media sosial sebab sebagian besar warga sekarang ini adalah pemakai ponsel cerdas.

Wahai para pemimpin, bertindaklah cerdas agar warga juga menjadi cerdas sehingga kota kita layak disebut sebagai Kota Cerdas.

Hyper Conectivity dan Mimpi Kota Cerdas

Smartphone, paket data dan online, begitu atribut untuk manusia jaman sekarang. Ini adalah jaman milenial dimana hampir setiap orang tak bisa lepas dari segala sesuatu yang berhubungan dengan internet. Apa yang dulu hanya disaksikan melalui layar film science fiction, beberapa … read more