Tag Archives: Sungai Mahakam

1545872_883876075029261_842523038490329971_n

Andai Mahakam Bisa Bicara

Hajatan Festival Mahakam kembali akan digelar oleh Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda pada tanggal 6 hingga 8 November 2015. Penyelenggara meyakinkan bahwa akan lebih banyak mata acara ketimbang gelaran serupa pada tahun sebelumnya.

Festival adalah sebuah perayaan bersama yang mencerminkan kondisi, keadaan, kreatifitas serta olah karya dari daerah dimana festival itu dilaksanakan. Dan hampir seragam, semua penyelenggara festival umumnya menyebutkan bahwa tujuan dari festival adalah mengenalkan kesenian, kebudayaan dan lain-lain untuk menarik wisatawan datang.

Saya sendiri tidak tahu sudah berapa tahun atau berapa kali Festival Mahakam diadakan dan berapa wisatawan yang datang setiap kali diadakan. Tentu saja Festival Mahakam sudah diadakan berkali-kali, tapi mohon maaf, saya yang tinggal tak jauh dari Sungai Mahakam belum sekalipun menyaksikannya.

Entah kenapa saya selalu skeptis pada apa yang dinamakan dengan festival, apalagi jika dikaitkan dengan agenda wisata. Buat saya sebuah festival akan punya ‘greget’ jika dikaitkan dengan nilai historik, kultural dan spiritual dari apa yang di-festivalkan. Jadi kalau Kota Samarinda mengadakan sebuah festival yang dinamakan dengan Festival Mahakam, sesungguhnya apa yang sedang atau hendak ditimba dari nama Mahakam.

Sungai Mahakam adalah jantung kehidupan Kalimantan Timur, yang mengalir mulai dari Mahakam Hulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara dan Samarinda. Kebudayaan Kalimantan Timur hidup, bertumpu dan berkembang sepanjang hulu hingga hilir Sungai Mahakam. Sepanjang aliran Sungai Mahakam tercatat sejarah perkembangan Kalimantan Timur, mulai dari jaman kerajaan hingga saat ini. Pada alirannya tercatat fase-fase kejayaan ekonomi Kalimantan Timur, mulai dari hasil hutan non kayu, migas, kayu batangan dan olahan, batubara hingga CPO.

Sungai sepanjang 920 km ini juga merupakan sumber air kehidupan baik penduduk atau warga di sepanjang alirannya. Airnya yang tak pernah kering menjadi sumber air baku untuk layanan air bersih. Walau di musim kemarau panjang terkadang layanan ini terhenti, terutama di Samarinda dan sebagian wilayah Kutai Kartanegara karena instrusi air laut yang menyebabkan kandungan garam dalam air sungai Mahakam meningkat.

Beratus tahun Sungai Mahakam sudah menopang kehidupan dalam arti seluas-luasnya bagi warga di sepanjang aliran sungainya. Apakah penghargaan atau penghormatan dalam bentuk Festival Mahakam sudah cukup untuk menyegarkan atau menyehatkan kembali kehidupan Sungai Mahakam. Ingat berpuluh-puluh tahun Sungai Mahakam dihajar dengan berbagai tekanan, seperti pembukaan lahan yang menyebabkan pelumpuran di badan sungai, hilir mudik kapal pengangkut mulai dari log kayu hingga batubara, buangan limbah dari pemukiman, pencucian batubara dan bahan bahaya lainnya dari perkebunan-perkebunan besar yang disemprotkan ke tanaman kemudian luruh pada air yang mengalir ke Sungai Mahakam.

Seperti hutan dan sumberdaya alam lainnya yang terus menerus diekploitasi, pun demikian dengan Sungai Mahakam. Tak ada jeda sedikitpun yang membuat sungai ini bisa bernafas lega. Berjuta orang menjadi sejahtera dan tak sedikit yang kemudian menjadi sangat kaya raya karena bantuan Sungai Mahakam, tapi apa yang dikembalikan oleh mereka kepada kemuliaan Sungai Mahakam?.

Jadi apakah Festival Mahakam dengan gebyar dan gemebyar puluhan acara mampu membuat Sungai Mahakam tersenyum dan kembali ria?. Entahlah.

@yustinus_esha

 

Taman Itu Bernama Samarendah

Taman Bhayangkara  Sumber : beritakaltim.com

Sudah beberapa lama saya tidak melewati taman yang dibangun diujung jalan Bhayangkara. Dan ketika melewati ternyata di satu disisi telah dipasangi tulisan Taman Samarendah. Sontak saja timbul pertanyaan dalam hati kenapa dinamakan dengan nama Samarendah. Sebab dari penampilannya saja jelas … read more

Samarinda 100 Tahun Lagi

Ada yang meramalkan bahwa Samarinda kelak akan berkembang menjadi Kota Metropolitan baru di Indonesia, menyusul Jakarta, Surabaya, Bandung dan seterusnya. Akankah Samarinda kota yang tumbuh dari tepian sungai Mahakam ini mampu bertahan dan berkembang melewati jaman?. Tumbuhnya pusat-pusat perbelanjaan, hotel, … read more

Menikmati Senja di Kota Tepian

Berkunjung ke Samarinda rasanya tidak lengkap bila belum menjejakkan kaki di tepian, daerah pinggiran sungai Mahakam yang terbentang mulai dari depan Kantor Pos hingga Jembatan Mahakam. Tepian adalah area keramaian yang menjadi sisa penanda Kota Samarinda sebagai kota yang tumbuh … read more