Tag Archives: vietnam drips

Seduh Kopi  Foto Noval Agustin af

#coffeeducation : Menikmati Kopi

Seduh Kopi  Foto Noval Agustin af

Seduh Kopi Foto Noval Agustin af

Sebutan peminum selain untuk orang yang doyan menenggak minuman beralkohol juga dimaksudkan untuk yang suka ngopi. Disebut peminum karena doyang dan menikmati sensasi dari minuman yang mengalir di tenggorokannya. Apa sebenarnya yang dicari oleh para peminum kopi, sensasi apa yang diburunya?.

Sebagian orang meminum kopi karena memburu manfaatnya. Konon mereka yang lesu dan ngantuk bakal bersemangat setelah menyeruput kopi hangat. Sebagian lain suka sensasi pahit manisnya, campuran rasa antara pahit kopi yang ditambahkan gula. Dan tak sedikit yang hanya mengatakan kopinya mantap dan joss.

Sebenarnya yang disebut dengan aroma dan rasa kopi amat bervariasi. Kopi dari biji yang sama, diseduh oleh orang yang sama dengan cara yang berbeda, akan menghasilkan rasa yang berbeda pula. Di luar berbagai macam hal, teknik atau cara seduhlah yang menentukan aroma dan rasa kopi.

Di Indonesia secara umum kopi diseduh dengan cara tubruk. Bubuk kopi disiram dengan air panas dalam wadah, entah gelas atau ceret. Variasinya adalah kopi hasil tubrukan ada yang disaring da nada pula yang dipanaskan dengan cara direbus dalam ketel atau ceret. Variasi lain adalah hasil tubrukan kopi diberi arang yang menyala sehingga menimbulkan bunyi ‘josss’. Seduhan kopi yang diberi arang menyala kemudian dikenal dengan nama Kopi Joss.

Bertumbuhnya coffee shop yang mengadopsi cara seduh dari Eropa dan Amerika membawa variasi cara seduh kopi, mulai dari cara seduh dengan mesin hingga cara seduh manual dalam berbagai bentuk. Teknik seduh manual ini yang sekarang sedang digemari. Pasalnya peralatan seduh manual lebih terjangkau dibanding dengan mesin pembuat kopi yang harganya mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Dengan alat seduh manual, kopi bisa dinikmati dimana saja dan hasilnya tak berbeda jauh dengan yang disajikan di coffee shop.

Secara umum teknik seduh kopi terdiri dari rendam, saring, tekan dan pemanasan. Teknik rendam misalnya ditemukan dalam alat yang dikenal dengan nama French Press. Cara kerjanya mirip kopi tubruk, hanya saja ada semacam saringan yang ditekan setelah kopi dan air tercampur. Tekanan ini akan membuat air kopi terpisah dari ampasnya.

Teknik saring atau biasa dikenal dengan drip dilakukan dengan alat yang disebut Vietnam drips dan V60. Bubuk kopi dicampur dengan air dalam wadah yang dibawahnya ada saringan, atau semacam gelas yang diberi filter. Air kopi akan menetes perlahan dan hasilnya adalah seduhan kopi yang jernih.

Kemudian ada teknik tekanan, baik tekanan dengan tangan maupun tekanan panas. Tekanan dengan tangan dikenal dengan nama aeropress sementara tekanan dengan air yang dipanaskan dilakukan dengan alat yang disebut Moka Pot.

Teknik lain yang mengabungkan antara tekanan air yang dipanaskan dan tetes atau saring adalah dengan alat yang disebut syphon. Masih ada teknik lain yang kini digemari yaitu cold drips atau menyeduh kopi dengan air bersuhu ruangan. Teknik ini butuh waktu lama yakni kurang lebih 8 hingga 10 jam.

Lalu teknik seduh mana yang terbaik?. Pertanyaan itu tentu saja sulit untuk dijawab, sebab masing-masing teknik seduh mempunyai kelebihan dan kekurangannya sendiri. Namun secara umum untuk mereka yang lebih suka kopi yang kuat rasanya, teknik seduh dengan perendaman akan lebih cocok. Namun untuk mereka yang gemar mengekplorasi rasa lebih lengkap tentu saja model seduh dengan tekanan yang akan lebih disukai. Sedangkan mereka yang ingin sensasi berbeda, metode cold drip bisa menjadi pilihan.

Jadi, cobalah berbagai metode seduh kopi dan nilai sendiri mana yang paling cocok atau menjadi metode favorit pilihan anda.

@yustinus_esha